Saturday, March 24, 2012

Closed Circuit Television - CCTV


CCTV ( Closed Circuit Television)merupakan sebuah perangkat kamera video digital yang digunakan untuk mengirim sinyal ke layar monitor di suatu ruang atau tempat tertentu. 

Hal tersebut memiliki tujuan untuk memantau situasi dan kondisi suatu tempat,sehingga dapat mencegah terjadinya kejahatan atau dapat dijadikan barang bukti dari tindakan kejahatan yang telah terjadi. 

Pada umumnya,CCTV seringkali digunakan pada area umum seperti : Hotel, Bandara Udara,Kantor, dan pabrik,namun seiring perkembangan jaman ,sekarang CCTV juga sangat diperlukan di perumahan-perumahan. 

Sistem kamera digital saat ini dapat dikontrol melalui Personal Computer ataupun telephone genggam dimanapun dan kapanpun selama ada komunikasi melalui internet maupun akses GPRS. 

Berikut beberapa hal pentingnya penggunaan perangkat CCTV Yang Saya dapatkan dari berbagai sumber: 
  1. Kamera CCTV yang sangat berguna dalam memerangi terorisme. Hal ini karena hanya praktis tidak mungkin untuk mengerahkan pasukan polisi di setiap area publik yang mungkin untuk melihat keluar untuk perilaku aneh dari orang atau penempatan yang aneh, objek diklaim. Kamera CCTV dapat melihat keluar untuk hal-hal tersebut dan mencegah tindak terorisme sebelum mereka memiliki kesempatan untuk mengambil tempat. Foto yang diambil pada kamera ini ditransmisikan ke lokasi pusat di mana mereka diamati oleh orang yang bersangkutan.
  2. Kamera CCTV penting dalam bidang olahraga. Beberapa dari mereka dilengkapi dengan teknologi tinggi yang membantu untuk membuat keputusan penting dan sulit dalam permainan atau pertandingan. Setiap saat bermain tunggal dicatat untuk digunakan di kemudian hari juga untuk melakukan perbaikan.
  3. Kamera CCTV, jika terpasang di sebuah rumah atau bangunan, dapat membantu memerangi pencurian dan pencurian untuk sebagian besar. Hanya pengetahuan tentang keberadaan kamera tersebut cukup untuk mencegah kemungkinan penyusup yang mungkin mencoba untuk melakukan hal-hal yang pergi dengan Anda di kesempatan yang tersedia. CCTV dapat merekam cuplikan dan mengirimnya ke sistem lain melalui internet. Hal ini dapat dilakukan hidup atau nanti setelah hari telah berlalu. Jadi, dapat membantu mencegah pencurian dan menemukan penjahat yang wajahnya mungkin telah ditangkap.
  4. Kamera CCTV yang sangat penting di tempat-tempat kerja. Mereka membantu membangun sarana kontrol dan sistem untuk menjaga cek pada karyawan. Jika karyawan ingin ditemukan di daerah tertentu, langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki ini diambil oleh manajemen.
  5. Kamera CCTV di tempat umum mencegah vandalisme dan perusakan properti publik sebagai orang yang terlibat dalam melakukan jadi tahu bahwa mereka sedang diamati. Hanya keberadaan kamera ini sangat meningkatkan situasi hukum dan ketertiban kota.
  6. Kamera ini membantu menjaga cek pada metode pengasuh Anda bekerja dalam kasus Anda memiliki anak dan khawatir meninggalkan mereka sendirian dengan orang asing. Anda dapat yakin bahwa anak Anda di tangan yang aman dan membuat perubahan jika Anda menemukan pengasuh yang disewa oleh Anda sebagai tidak kompeten dalam cara apapun.
Nah bagi anda yang ingin memasang CCTV baik di kantor, gudang, tempat usaha , Sekolahan  maupun dirumah monggo hubungi saya di 085271044961 (khusus kota Pekanbaru sekitarnya Via Indragiri Hulu)

Friday, February 10, 2012

Spatial data



Dalam Konsep SIG Kebutuan akan Spatial Data / Data Spatial memegang peranan penting dengan adanya pemanfaatan data spasial dalam dekade  belakangan ini  meningkat dengan sangat drastis. Hal ini berkaitan dengan meluasnya pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan perkembangan teknologi dalam memperoleh, merekam dan mengumpulan data yang bersifat keruangan (spasial). Teknologi tinggi seperti Global Positioning System (GPS), remote sensing dan total station, telah membuat perekaman data spasial digital relatif lebih cepat dan mudah. 

Spatial data atau data spasial mempunyai pengertian sebagai suatu data yang mengacu pada posisi, obyek, dan hubungan diantaranya dalam ruang bumi. 

Data spasial merupakan salah satu item dari informasi, dimana didalamnya terdapat informasi mengenai bumi termasuk permukaan bumi, dibawah permukaan bumi, perairan, kelautan dan bawah atmosfir (Rajabidfard dan Williamson, 2000a). 

Data spasial dan informasi turunannya digunakan untuk menentukan posisi dari identifikasi suatu elemen di permukaan bumi (Radjabidfard 2001). Lebih lanjut lagi Mapping Science Committee (1995) dalam Rajabidfard (2001) menerangkankan mengenai pentingnya peranan posisi lokasi yaitu, 

(1) pengetahuan mengenai lokasi dari suatu aktifitas memungkinkan hubungannya dengan aktifiktas lain atau elemen lain dalam daerah yang sama atau lokasi yang berdekatan dan 

(2) Lokasi memungkinkan diperhitungkannya jarak, pembuatan peta, memberikan arahan dalam membuat keputusan spasial yang bersifat kompleks.


Karakteristik utama dari data spasial adalah bagaimana mengumpulkannya dan memeliharanya untuk berbagai kepentingan. Selain itu juga ditujukan sebagai salah satu elemen yang kritis dalam melaksanakan pembangunan sosial ekonomi secara berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan. Berdasarkan perkiraan hampir lebih dari 80 % informasi mengenai bumi berhubungan dengan iinformasi spasial.

Sumber Data Spasial

Data spasial dapat dihasilkan dari berbagai macam sumber, diantaranya adalah :
  • Citra Satelit, data ini menggunakan satelit sebagai wahananya. Satelit tersebut menggunakan sensor untuk dapat merekam kondisi atau gambaran dari permukaan bumi. Umumnya diaplikasikan dalam kegiatan yang berhubungan dengan pemantauan sumber daya alam di permukaan bumi (bahkan ada beberapa satelit yang sanggup merekam hingga dibawah permukaan bumi), studi perubahan lahan dan lingkungan, dan aplikasi lain yang melibatkan aktifitas manusia di permukaan bumi. Kelebihan dari teknologi terutama dalam dekade ini adalah dalam kemampuan merakam cakupan wilayah yang luas dan tingkat resolusi dalam merekam obyek yang sangat tinggi. Data yang dihasilkan dari citra satelit kemudian diturunkan menjadi data tematik dan disimpan dalam bentuk basis data untuk digunakan dalam berbagai macam aplikasi. Mengenai spesifikasi detail dari data citra satelit dan teknologi yang digunakan akan dibahas dalam bab tersendiri.
  • Peta Analog, sebenarnya jenis data ini merupakan versi awal dari data spasial, dimana yang mebedakannya adalah hanya dalam bentuk penyimpanannya saja. Peta analago merupakan bentuk tradisional dari data spasial, dimana data ditampilkan dalam bentuk kertas atau film. Oleh karena itu dengan perkembanganteknologi saat ini peta analog tersebut dapat di scan menjadi format digital untuk      kemudian disimpan dalam basis data.
  • Foto Udara (Aerial Photographs), merupakan salah satu sumber data yang banyak digunakan untuk menghasilkan data spasial selain dari citra satelit. Perbedaannya dengan citra satelit adalah hanya pada wahana dan cakupan wilayahnya. Biasanya foto udara menggunakan pesawat udara. Secara teknis proses pengambilan atau perekaman datanya hampir sama dengan citra satelit. Sebelum berkembangan teknologi kamera digital, kamera yang digunakan adalah menggunakan kamera konvensional menggunakan negatif film, saat ini sudah menggunakan kamera digital, dimana data hasil perekaman dapat langsung disimpan dalam basis data. Sedangkan untuk data lama (format foto film) agar dapat disimpan dalam basis data harus dilakukan conversi dahulu dengan mengunakan scanner, sehingga dihasilkan foto udara dalam format digital. 
  • Data Survei (Pengamatan atau pengukuran dilapangan), data ini dihasilkan dari hasil survei atau pengamatan dilapangan. Contohnya adalah pengukuran persil lahan dengan menggunakan metode survei terestris.
  • Data Tabular, data ini berfungsi sebagai atribut bagi data spasial. Data ini umumnya berbentuk tabel. Salah satu contoh data ini yang umumnya digunakan adalah data sensus penduduk, data sosial, data ekonomi, dll. Data tabulan ini kemudian di relasikan dengan data spasial untuk menghasilkan tema data tertentu.

Friday, February 3, 2012

Web-based GIS Komponen


Sebagai suatu sistem, web-based GIS terintegrasi dengan jaringan komputer lain dan disusun oleh komponen-komponen pembentuk:

(1) komponen perangkat keras, meliputi: server, PC user, digitizer, peralatan pendukung jaringan; 

(2) komponen sistem operasi berupa: WinNT, Linux, atau UNIX; 

(3) komponen perangkat lunak pengolah data spasial, misalnya: ArcInfo, ArcView, MapInfo, AutoCAD Map, atau yang terintegrasi dengan pengolah citra, seperti: ILWIS, ERMapper, ENVI, ERDAS; 

(4) komponen perangkat lunak pengolah data atribut, misalnya: dBase, Access, SQL, Oracle; 

(5) komponen basisdata yang terdiri dari tabel-tabel berikut relasi antar tabel; 

(6) komponen perangkat lunak pendukung internet mapping; dan 

(7) komponen pengguna sistem yang dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu: database administrator sebagai pengendali sistem, application programmer, dan pengguna.

Berkaitan dengan internet mapping, perusahaan pengembang software GIS telah memperkenalkan solusi yang mudah digunakan untuk menyebarkan peta di internet. Setelah me-release ArcView pada tahun 1991, ESRI telah mengembangkan modul tambahan ArcIMS yang dapat digunakan untuk mempublikasikan peta-peta dinamik di internet. Autodesk, Inc. mengembangkan Autodesk MapGuide dengan tampilan akhir yang sangat interaktif. 

Selain itu masih banyak vendor lain yang mengembangkan internet mapping, misalnya: MapInfo Corp. (MapXTreme), Bentley (Model Server Discovery), Intergraph (GeoMedia Web Map/Web Map Enterprise), PCI Geomatics (SPANS WebServer), GeoMicro Inc. (AltaMap Server), dan MetaMap (Map Server). Produk-produk tersebut juga dilengkapi plug-ins yang contoh aplikasinya bisa dilihat di http://www.geoplace.com.

Web GIS Application



Nambahin yang sebelumnya 

Aplikasi open source GIS berbasis web umumnya digunakan untuk menyajikan data spasial secara online melalui media internet. Aplikasi GIS berbasis web sangat erat kaitannya dengan standar dalam bidang geospasial. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung interoperabilitas penyediaan dan kerja sama data
spasial.
Aplikasi open source GIS berbasis web antara lain:
  • UMN MapServer (http://mapserver.gis.umn.edu)
MapServer merupakan aplikasi pemetaan online (web-mapping) yang cukup popular. Dikembangkan oleh Universitas Minnesota dan didukung oleh NASA dan Departemen Sumber Daya Alam Minnesota (Minnesota Department of Natural Resources).
  • MapGuide Open Source (http://mapguide.osgeo.org/).
MapGuide Open Source merupakan aplikasi pemetaan online (web-based mapping) dan dikembangkan dan didukung oleh OSGEO Foundation. Mapguide dapat dikembangkan di Linux atau Windows dan dapat didukung oleh Apache atau IIS, sedangkan bahasa pemrograman yang dapat dipergunakan adalah ASP .NET, PHP, Java dan Javascript.
  • GeoServer (http://geoserver.sourceforge.net/).
GeoServer merupakan aplikasi pemetaan online (web-mapping) yang berbasiskan Java dan dibangun menggunakan library GeoTools. GeoServer merupakan implementasi OpenGIS Consortium untuk Spesifikasi Web Feature Server.
  • DeeGree (http://deegree.sourceforge.net/)
DeeGree, sebelumnya dikenal dengan nama jaGo, menyediakan beberapa fungsi SIG yang merupakan implementasi dari OpenGIS Consortium.

Sunday, January 29, 2012

Pemantulan Sempurna Pada Serat Optik

Menyambung Postingan sebelumnya

Alasan  utama mengapa Serat Optik dijadikan pilihan terbaik untuk Backbone tak lain adalah karna adanya pemantulan sempurna pada serat Optik.

Cahaya digunakan untuk membawa data melalui serat optik. Sinar cahaya harus dijaga selalu berada di dalam serat optik sampai ke tujuan. Sinar harus tidak dibiaskan ke material yang membungkus serat optik. Pembiasan akan menyebabkan hilangnya sebagian energi dari cahaya tersebut.






Hukum pemantulan dan pembiasan cahaya menggambarkan bagaimana mendesain sebuah serat yang mampu menuntun cahaya melalui serat optik dengan kehilangan energi yang paling minimal. Ada dua kondisi yang harus didapatkan untuk sebuah sinar cahaya pada serat optik agar dapat dipantulkan kembali ke dalam serat optik tanpa kehilangan energi akibat pembiasan yaitu:


  • Inti dari serat optik harus memiliki indeks bias lebih tinggi dari material yang mengelilinginya. Material yang mengelilingi core disebut cladding.
  • Sudut datang dari sinar harus lebih besar dari sudut kritis dari core dan cladding. Sudut datang dari sinar harus lebih besar dari sudut kritis dari core dan cladding. Sudut kritis adalah sudut terbesar yang memungkinkan cahaya akan dibiaskan dan dipantulkan. Ketika kedua kondisi tersebut didapatkan, maka semua sinar datang akan dipantulkan kembali kedalam serat optik. Ini disebut pemantulan sempurna, yang merupakan dasar pembuatan serat optik. Cahaya akan menempuh jalur zigzag didalam core serat optik.
Serat optik yang memenuhi kondisi pertama dapat mudah dibuat. Sebagai tambahan, sudut datang yang masuk ke core serat optik dapat dikontrol. Ada dua faktor yang membatasi sudut datang yaitu:
  • Numerical aperture dari serat (NA), yaitu range dari sudut datang yang masuk ke core dan akan dipantulkan sempurna.
  • Modes, jalur dimana sinar cahaya dapat diikuti ketika masuk ke serat optik.



Dengan mengontrol kedua kondisi tersebut, serat optik akan melakukan pemantulan sempurna.

Mengenal Teknologi Media Cahaya



Pemilihan media transmisi pada dekade saat ini tidak terbatas hanya pada media wired dan media wireless lebih jauh lagi perkembangan media transmisi telah melangkah ke media cahaya .. yang sekarang ini tentu menjadi pilihan terbaik jika bila dijadikan sebagai Backbone suatu jaringan WAN. Untuk iu alangkah lebih baik kita mengenal terlebih dahulu apa itu cahaya

Saya kutip sedikit dari wikipedia: 
Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm.[1] Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. [2][3]
Cahaya adalah paket partikel yang disebut foton.
Kedua definisi di atas adalah sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset yang penting pada fisika modern.
Studi mengenai cahaya dimulai dengan munculnya era optika klasik yang mempelajari besaran optik seperti: intensitas, frekuensi atau panjang gelombang, polarisasi dan fase cahaya. Sifat-sifat cahaya dan interaksinya terhadap sekitar dilakukan dengan pendekatan paraksial geometris seperti refleksi dan refraksi, dan pendekatan sifat optik fisisnya yaitu: interferensi, difraksi, dispersi, polarisasi. Masing-masing studi optika klasik ini disebut dengan optika geometris (en:geometrical optics) dan optika fisis (en:physical optics).
Pada puncak optika klasik, cahaya didefinisikan sebagai gelombang elektromagnetik dan memicu serangkaian penemuan dan pemikiran, sejak tahun 1838 oleh Michael Faraday dengan penemuan sinar katode, tahun 1859 dengan teori radiasi massa hitam oleh Gustav Kirchhoff, tahun 1877 Ludwig Boltzmann mengatakan bahwa status energi sistem fisik dapat menjadi diskrit, teori kuantum sebagai model dari teori radiasi massa hitam oleh Max Planck pada tahun 1899 dengan hipotesa bahwa energi yang teradiasi dan terserap dapat terbagi menjadi jumlahan diskrit yang disebut elemen energi, E. Pada tahun 1905, Albert Einstein membuat percobaan efek fotoelektrik, cahaya yang menyinari atom mengeksitasi elektron untuk melejit keluar dari orbitnya. (WIKIPEDIA)


Kembali ke materi postingan

Ketika gelombang elektromagnetik keluar dari sumber, gelombang tersebut akan menempuh suatu garis lurus. Garis lurus yang keluar dari sumber disebut sinar. 

Pada vacuum, cahaya akan menembus dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik dalam suatu garis lurus. Cahaya akan memiliki kecepatan yang lebih rendah apabila melalui material lainnya seperti udara, air dan gelas. Ketika sinar cahaya melalui batas sebuah material dengan material lainnya, beberapa energi cahaya tersebut akan dipantulkan kembali. Hal ini yang menyebabkan kita dapat melihat bayangan diri kita di cermin. Cahaya yang memantul disebut sinar pantul (reflected ray).
Sudut diantara sinar datang dan garis tegak lurus dengan permukaan sebuah material disebut sudut datang. Garis tegak lurus tersebut disebut garis normal. Sudut diantara garis normal dengan sinar pantul disebut sudut pantul. Hukum pemantulan cahaya menyebutkan bahwa sudut datang sama dengan sudut pantul.

Energi cahaya yang tidak memantul akan masuk ke material tersebut. Cahaya yang masuk akan dibelokkan dari jalur yang seharusnya. Cahaya ini disebut sinar bias (refracted ray).

Berapa banyak sudut yang terbentuk diantara sinar datang dan sinar bias tergantung pada sudut diantara sinar datang dan permukaan material serta perbedaan kecepatan cahaya ketika cahaya melalui kedua material tersebut. Pembelokan sinar cahaya pada batas diantara dua material tersebut yang menjadi sebab kenapa sebuah cahaya dapat menempuh perjalanan melalui serat optik.
Indeks bias adalah satuan yang menggambarkan besarnya hambatan yang didapat sebuah cahaya ketika menempuh sebuah material. Semakin besar indeks bias maka semakin besar juga penurunan kecepatan cahaya ketika menempuh material tersebut dibandingkan ketika menempuh perjalanan pada vacuum. Rumus menghitung indeks bias adalah sebagai berikut:

Indeks bias = n = kecepatan cahaya pada vacum / Kecepatan cahaya pada material 

Jika sinar datang membentuk 90 derajat terhadap permukaan material maka sinar tersebut akan masuk lurus ke material tersebut tanpa dibiaskan. Jika sinar datang dari material dengan indeks bias lebih tinggi, sinar bias akan menjauhi garis normal, begitu juga sebaliknya.


Tuesday, January 24, 2012

Pertimbangan Kinerja Pada Wide Area Network



Untuk setiap solusi akses-jamak (Jaringan WAN) yang akan diterapkan, haruslah dapat mengukur kinerjanya untuk menentukan apakah penerapan tersebut layak atau tidak layak. Parameter-parameter yang dijadikan rujukan bagi kinerja sebuah sistem akses-jamak adalah:
1.      Throughput ternormalisasi, atau disebut juga sebagai goodput
2.      Delay rata-rata
3.      Stabilitas
4.      Distribusi akses yang merata (fairness)
Goodput atau throughput ternormalisasi, adalah porsi dari kapasitas medium transmisi yang terpakai untuk membawa paket-paket yang tidak perlu ditransmisikan ulang. Paket-paket yang mengalami tabrakan dan berbagai penyebab error lainnya, sehingga harus ditransmisikan ulang, tidak memberikan kontribusi kepada kinerja goodput sistem. Apabila tidak ada paket data yang rusak, karena kemacetan teletrafik atau faktor-faktor lainnya, maka nilai goodput yang ideal adalah 1,0. Sebagian besar protokol dan sistem yang digunakan pada jaringan-jaringan komunikasi masa kini menawarkan goodput antara 0.95 hingga 1,0.
Untuk menentukan nilai goodput, dibutuhkan informasi mengenai parameter-parameter berikut ini:
1.      Kecepatan/bandwidth jalur komunikasi
2.      Ukuran rata-rata paket
3.      Troughput puncak efektif dari medium transmisi yang bersangkutan

Sebagai contoh, akan menghitung suatu goodput dari sebuah jaringan berkecepatan 10 Mbps,dengan ukuran paket rata-rata 125 byte dan troughput puncak sebesar 8500 paket per detik. Nilai-nilai ini dapat diterjemahkan menjadi kapasitas transmisi sebesar 10.000 paket per detik, yang didapatkan dari:
10.000 paket per detik = (10.000.000 bps)/(125 byte/paket x 8 bit/byte)
Pada troughput puncak sebesar 8500 paket/detik, nilai goodput yang didapatkan adalah sekitar 0.85, dengan perhitungan:

            goodput 0.85 = (8500 paket/detik)/(10.000 paket/detik)

Stabilitas sebuah sistem akses-jamak merujuk pada kemampuan sistem tersebut menangani pertambahan trafik tanpa mempengaruhi kinerja trhougputnya. Dengan semakin banyaknya perangkat yang melakukan komunikasi via medium transmisi, kemungkinan terjadinya tabrakan menjadi semakin besar, dan ketika suatu titik jenuh dicapai, sistem menjadi tidak stabil dan tidak lagi dapat digunakan.
 
© Copyright 2035 mas Joko
Theme by Yusuf Fikri